Cari Blog Ini

Rabu, 19 Oktober 2011

TMP15.A and B'zhink Road To Bone



Road To Bone 7 – 9 Oktober 2011
untuk B’Zhink
 Usai briefing dan langsung brangkat ke Kab. Bone melalui jalur darat Makassar - Maros, Maros - Camba, Camba - Bone...

Brunch di Camba (Makan Pagi + Istirahat Di Camba)
Camba adalah salah satu wilayah di tengah-tengah Kabupaten Maros. Camba berkontur perbukitan karst, hutan yang lebat, dan wilayah yang masih asri dan sejuk. Camba dikenal juga sebagai jalur lintas tengah Sulawesi Selatan yang menghubungkan Soppeng dengan Makassar. Jalur masuk untuk masuk dan keluar dari Camba berkelok-kelok tajam, curam dan sempit. Anda wajib berhati-hati berkendara di tempat ini, sering kali terjadi sebuah truk terperosok masuk ke dalam jurang yang banyak terdapat di kawasan ini. Anda akan mencapai Camba begitu melewati wilayah Bantimurung. Dari Makassar, Camba kurang lebih dapat ditempuh dalam waktu 1 jam kalau ngebut, atau 1,5 jam dengan angkutan umum, kurang lebih begitu yang saya ketahui dari sumber seorang kawan serumah kami di Jl. Taman Makam Pahlawan / 15.A atau yang lebih di kenal dengan; TMP15.A 



Traveling dengan kendaraan roda dua ternyata cukup mengasyikkan juga, walaupun selalu harus terkendala dengan cuaca Panas/Hujan, tapi hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagaimana mengatasi/mensikapi dan menyiasati fenomena alam tersebut. Dengan menggunakan kendaraan roda dua ternyata jarak pandangan kesekeliling sangat luas terutama bisa berhenti di sembarang tempat demi menikmati pemandangan alam yang ada. Tanggal 7 Oktober 2011 pukul 8:00 wita, perjalanan dimulai dari Kota Makassar menuju Kab.Bone  melalui Jalur Camba Kabupaten Maros; disini pemandangan alam pegunungan, persawahan dan perkampungan sungguh sangat luar biasa, seakan membentuk 3D

Satu hal yang paling diunggulkan Camba adalah Kebun Raya Camba. Sayang, saya dan kawan-kawan tak menyempatkan diri untuk mampir, meski saya dan kawan-kawan Rolling menggunakan sepeda motor, tapi berhubung waktu kami terbatas, dan harus cepat-cepat untuk sampai di Kab. Bone sehingga nggak mungkin banget berhenti di tempat ini untuk bermain-main. Saya berhenti di Camba hanya untuk makan pagi menjelang siang. Rumah Makan Camba 27 ini terletak di dataran Camba, wilayah luas datar setelah saya menempuh kelok-kelokan yang membuat perut saya bergejolak. Hehehe. Nggak ada makanan yang benar-benar spesial sich di tempat ini. makanan yang tersedia hanyalah mie goreng, gogos (nasi ketan yang di panggang), telor rebus, telor asin, indomie. Cukup standard yach?. Saya iseng-iseng bertanya, ada sop saudara atau nggak, sayangnya tidak ada. Perut saya masih agak bergejolak, mulut saya masih asam, nggak niat makan dech rasanya. Untuk menetralkan rasa di mulut, akhirnya saya memakan satu buah gogos, dan  meminum satu botol air mineral (Aqua) berukuran tanggung saja seharga Rp. 4.000.

 Sepanjang perjalanan, kami disuguhi oleh pemandangan yang masih hijau, yang tak kami temui di kota Makassar

Camba memang daerah yang sepi, jalan raya Camba yang menghubungkan Maros dan Bone tidak terlihat dilintasi banyak kendaraan. Rumah makan yang ada di tempat ini pun terlihat seadanya saja. Rumah Makan camba 27 ini dikelola oleh keluarga Bugis yang sudah lama tinggal di tempat ini. Mereka menuliskan ucapan “Selamat Menikmati. Atas Kunjunganta, Kami Sekeluarga Mengucapkan Terima Kasih, Die!!!” di lembaran menu makan yang tersedia di meja-meja. Para pengunjung rumah makan ini pun kebanyakan dari pelintas antar kota yang kebetulan singgah. Sepanjang dataran Camba, rumah makan sejenis bisa ditemukan dengan mudah. Rumah makan maupun keramaian penduduk baru agak jarang di wilayah kelokan awal maupun akhir Camba, sesuah Maros dan sebelum Bone. Masih 2 jam lagi sebelum kami mencapai Watangpone. 

TMP15.A and B'ZHINK MOTOR COMMUNITY (PALOPO)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar