Cari Blog Ini

Kamis, 06 Oktober 2011

Serpihan Cerita Tentang Dia, Dan Masa Lalu


Dear S..,
Terkadang aku masih merindukan saat-saat itu. .
bermimpi kembali ke masa itu.
bercanda, tertawa, menangis, berbagi cerita bersamamu,
atau mungkin hanya memandangimu dari kejauhan sambil menanti terbitnya senyum mungilmu.

Iya aku tau, aku hanya seorang pemimpi.
seorang lelaki bodoh yang terus terikat masalalu
mungkin juga sombong karena tak pernah mengambil tiap kesempatan yang ada.
tapi yakinlah, bukan itu yang kumau.
aku tak bias, walau sekedar menggenggam tangan kecilmu.
sepertimu yang lebih memilih menarik kuping ku jika ingin memberitahuku sesuatu.

Aku sendiri tak yakin tentang perasaan ini.
terkadang kau terlihat bagai malaikat penolong,
bintang kecil,
seorang teman kebanyakan,
cewek sok kuat dan menyebalkan,
bahkan balita yang perlu dibantu untuk membuat segelas susu.

Sadarkah Kau jika dua tahun hidupku hanya kuhabiskan untuk mengeja namamu?
sifat sok bandel dan baju amburadulku, boneka gantungan kunciku,Bandara pun ikut bicara, tentang terakhirku meliahtmu

Kesiasiaan?
tidak juga.
paling tidak dengan semangat itu aku bisa menjadi “seseorang”.

Dan jika sekarang aku mulai mengenang kembali waktu itu,
ada senyum di sana,
tentang romantisme masa itu yang tak tergantikan,
tentang sebuah semangat yang berkobar hanya dari sms-sms yang kau kirimkan,
tentang semuanya.
walau ada juga perih terselip,
itu biasa. .

Mungkin ini adalah tulisan terakhirku tentang masalalu bodohku.
bersamaan dengan tulisan ini, aku akan mulai mencoba menatap masa depanku sendiri.
aku tak peduli akan sejelek apa imejku dimatamu nanti.
mungkin juga kemungkinan catatan ini dibaca oleh orang lain yang tak berhak.

Aku mencoba untuk tidak peduli.

Selamat datang, masa depanku. . .
terimakasih buat kenangan dan masa lalu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar