Fenomena kehidupan dunia malam
jakarta Saat matahari terbenam di
ufuk barat kota jakarta dari situ
pula saya mulai merasakan gemerlap
suasana kehidupan malam jakarta.
Waktupun mulai beranjak
malam,hinggar binggar dari salah
satu
sudut di pusat kota jakarta
membuatku untuk mencoba
menelusurinya.Dengan langkah gontai
akhirnya saya sampai juga di depan
pintu masuk sebuah tempat club and
karaoke yang begitu ternama di
jakarta, tanpa basa-basi lagi
akhirnya kami masuk kedalam. suara
alunan music trance begitu lekat
menyapa para tamu yang datang.
Saya di sambut dengan hangat oleh
para papi mami yang suda menunggu
di depan pintu masuk ditawarkan
harga eceran kualitas kuantitas
seorang ladys kepada saya, langsung
saya di suruh ikut melihat ladys dan
aq
waooo....Bagai mana tidak terkejut
beautiful girl he... minta seperti
apa
model BMW, jaguar,ferrari banya
modelnya sampai ngiler saya, hanya
tunjuk saja uda dapat yang kita
inginkan, satu boking hanya
Rp600.000
itu hanya nemanin aja belum rooms
nya yang besar bisa sampai
RP300.000/1jam yang sedang bisa
Rp100.000/1jam yang kecil
Rp50.000/1jam.
Saat saya dengan teman2 sudah
memilih.Lalu saya masuk kedalam
hall di sana bersenang2
membuat hati kita melonjak dengan
berdegup kencang saat berganti
alunan
music dugem rasanya gimana ya,
hutang-hutang kita bisa tidak
terpikirkan lagi he...padahal tadi
belum berangkat saya hutang sama
teman saya kebetulan si teman juga
ambil bagian ha...Langsung teman
saya pesan minuman martil dan
cemilan, sambil muter2 kepala dan
ditemenin sama cewek2 yang bohai
samapi teler Dan pembicaraan kami
mulai menjurus ke sesuatu yang agak-
agak mepet gitu........!! lalu kita
akhirnya dimabuk oleh suasana dan
kemolekan sang purel (ayam hidup)
tanpa disangka dan diduga akhirnya
kita lanjutin kedapur tuk sikat tuh
ayam.......!! wuuiiiiii mak nyus deh
pokoknya.
saat waitress nya sudah masuk di
room saya dan teman saya beranjak
pergi soalnya suda habis waktunya
off
ha... hanya tinggal bayarnya aja
yang
belum, waitress nya mengasikan
selembar pucuk surat kepada kita
eh......ternyata bon yang harus di
bayar membuat mata dan dompet jadi
capek dehh.. dan di hitung-hitung
semuanya habis empat juta. kita
bayar
uang pas aja ya mas soalnya mepet
banget uangnya ini ada uang untuk
mas aq kasi uang hanya 100 ribuh
doang itu pun untuk jaga2 beli
bensin
soalnya bensin mau habis.Tidak punya
uang laganya masuk club malam
terbesar lagi di kota jakarta (sok
gaul loh..)he...he...he....
Sudah beres semua.Kami pulang
dengan mengendarai mini bus (punya
teman) yg jarum bensin menunjukkan huruf E yg berarti dah mau abis, saya
dengan perasaan fly. Pada esok
harinya saya bangun eh ternyata
si teman saya suda nyatroni rumah
tempat saya tinggal 29 itu sebutannya
, langsung saya ngumpet di gudang
perkakas milik Om NUR, yang skrg menjabat anggota DPRD luwu sambil memikirkan
jalan
keluar untuk bayar hutang, tpi saya
nggak begitu khawatir gajian tinggal 4 hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar